Yakin Masih Ga Mau Membaca Sastra?
Ketika artikel ini ditulis, saya tengah termenung di
balik jendela kamar saya dengan hujan di malam pergantian September menuju
Oktober. Tidak banyak yang saya pikirkan, saya hanya merenung bagaimana bisa
ketertarikan membaca sastra saya baru muncul akhir-akhir ini. Selama ini
hari-hari saya hanya di temani oleh novel dan cerpen romansa remaja yang selalu
membuat orang-orang sekitar bertanya kepada saya, “Apa untungnya membaca
cerita-cerita seperti itu?” dulu saya hanya bisa menjawab, “hiburan.” Namun
sekarang, saya sudah memiliki jawaban lain.
Setelah membaca karya Budi Darma yang berjudul Bukan
Mahasiswa Saya, bagaimana bisa dengan magisnya cerpen 5 halaman itu
mampu menggerakkan hati saya dan mengubah cara pandang saya terhadap sesuatu
hal? Nah, ini adalah salah satu keuntungan yang saya dapatkan ketika cerpen
tersebut sudah saya baca untuk kedua kalinya. Sebagai seseorang yang hobi
membaca, saya takjub bagaimana pak Budi Darma mampu menghadirkan kisah nyata
inspiratif untuk ja masukkan dalam karya fiksi-nya, yang secara tidak langsung
untuk orang awam seperti saya menjadi tau bahwa ada tokoh inspiratif bernama Maryam
Mirzhakani.
Malam semakin larut, bukannya memejamkan mata, pikiran
saya justru tidak lepas dari Maryam Mirzhakani. Cerpen tersebut sukses membuat
saya selalu merasa penasaran dan ingin lebih tahu versi lengkap dari
tokoh-tokoh yang dihadirkan. Bermodalkan Google, saya langsung mencari tahu
siapa itu Maryam Mirzakhani dan tokoh-tokoh inspiratif lainnya yang tidak
sengaja hadir di laman website. Setelah saya menemukan apa yang saya cari, otak
saya langsung penuh dengan rasa keingintahuan yang besar dan gairah hidup saya
lebih meningkat. Hal ini tidak pernah saya rasakan ketika saya selesai membaca
novel-novel romansa.
Itu hanyalah sedikit dari manfaat yang saya
dapatkan. Karena pada kenyataannya, saya tidak bisa berhenti untuk berimajinasi
dan berpikir kritis terhadap lingkungan di sekitar saya. Saya bisa mengetahui
bagaimana alasan seseorang bisa berbuat sesuatu yang baik atau jahat hanya
karena dengan membaca sastra. Se-berpengaruh itu dalam mengubah pandangan saya
mengenai hidup.
Hal lain yang bisa saya dapatkan adalah saya menjadi
tertarik untuk menulis. Entah menulis apapun, yang penting menulis. Kenapa bisa
seperti itu? Karena saya merasa kejadian-kejadian dalam lingkungan sekitar bisa
menjadi ide saya untuk saya tuangkan ke dalam bentuk tulisan, seperti fenomena
alam, isu sosial, dan masih banyak hal lain yang bisa dijadikan bahan. Saya
menjadi tertarik untuk menghasilkan suatu karya meski sampai sekarang bingung
harus mulai darimana. Haha.
Yang terpenting untuk sekarang, ketika membaca
sastra, cobalah untuk memahami bumbu-bumbu yang disertakan didalamnya tanpa
mengesampingkan alur dan cerita-nya. Karena dengan memahami, bukan hanya
hiburan semata yang kita dapatkan, tetapi kita bisa mengetahui bahwa penulis
selalu menyampaikan hal-hal yang mungkin kita tidak sadari kebenaran keberadaannya.
Komentar
Posting Komentar