TEORI OBJEKTIF DAN PRAGMATIK SEBAGAI SISTEM TANDA DALAM SASTRA

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Semiotika merupakan salah satu cabang linguistik yang mengkaji tentang tanda-tanda pada suatu objek untuk diketahui maknanya. Hal ini juga didukung oleh Asriningsari dan Umaya (2019: 27) yang menyatakan bahwa Semiotika ditentukan sebagai cabang ilmu yang berurusan dengan tanda, mulai dari sistem tanda, dan proses yang berlaku bagi penggunaan tanda pada akhir abad ke-18.

Sejauh ini, sistem tanda dalam semiotika selalu melekat pada bahasa. hal ini disebabkan karena bahasa bersifat dinamis dan konvensional. Bahasa juga memuat unsur lambang, sistem, dan bermakna sehingga sejalur dengan kajian semiotika. Akan tetapi, seiring perkembangan zaman, ternyata semiotika mulai melekatkan diri pada suatu karya sastra.

Sedikit lanjutan dari bahasa, karya sastra sendiri dibubuhi dengan ragam bahasa dan tata huruf. Genre-genre sastra yang disusun selalu memiliki sistem-sistem yang bermakna. Sebagai contoh, pada sebuah puisi, terdapat satuan-satuan tanda dalam kosa kata, bahasa—pada penggunaan majas-majas, seperti personifikasi, metafora, dan simile—yang dapat dimaksud sebagai elemen tanda-tanda untuk diberi makna.

Dalam mengkaji sistem-sistem tanda dalam sastra tersebut, terdapat beberapa pendekatan-pendekatan yang didasarkan pada teori-teori pendukung. Teori-teori ini adalah mimetik, ekspresif, pragmatik, dan objektif. Dalam makalah ini, akan dijelaskan bagaimana peran teori pragmatik dan objektif sebagai sistem tanda dalam sastra. Penulis mencoba untuk mengkaji bagaimana sistem tanda dalam karya sastra dianalisis berdasarkan pemahaman dari pembaca dan memahaminya sebagai objek sepenuhnya.  

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa yang dimaksud dengan teri objektif?

2.      Apa yang dimaksud dengan teori pragmatik?

3.      Bagaimana peran keduanya sebagai sistem tanda dalam sastra?

C.    Tujuan

1.      Mengetahui dan memahami pengertian teori objektif.

2.      Mengetahui dan memahami pengertian teori pragmatik.

3.      Mengetahui dan memahami peran keduanya sebagai sistem tanda dalam sastra.

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.      Pengertian Teori Objektif

Teori objektif diartikan sebagai teori yang menitikberatkan pada karya sastra itu sendiri. Bisa dikatakan bahwa teori ini mengutamakan dari keutuhan karya tersebut, tidak tercampur dari latar belakang penulis, lingkup sosial budaya penulis, politik dan ekonomi, serta di luar unsur intrinsik karya tersebut. Maka dari itu, teori ini juga disebut sebagai kajian terhadap suatu sastra berdasarkan unsur intrinsiknya.

Hal tersebut senada dengan yang disampaikan Sunestri (2020) yang mengatakan bahwa pendekatan objektif memandang dan menelaah karya sastra dari segi intrinsik yang membangun suatu karya sastra, yaitu tema, alur, latar, penokohah/tokoh, dan gaya bahasa.

Teori objektif ini seringkali digunakan dalam mengkaji karya sastra. Hal ini disebabkan karena teori ini tidak mengharuskan mengorek informasi latar belakang pengarangnya, tidak berpatok pada prinsip dan ilmu lain dalam analisisnya, dan lepas dari unsur ekstrinsik lainnya.

 

B.       Pengertian Teori Pragmatik

Karya sastra tidak akan lepas hubungannya dengan para pembaca. Bersama pembaca, maka karya sastra tersebut akan lebih hidup. Presepsi yang berbeda-beda dari para pembaca dalam memaknai sastra dianggap sebagai hasil dari proses memahami karya sastra tersebut. Dengan begitu, jelas bahwa teori pragmatik adalah pemahaman secara pragmatis yang memandang dan menilai sastra memiliki peran pembaca. Permana dan Angraini (2019) mengartikan pragmatik sebagai pendekatan kajian sastra yang bertumpu pada peranan pembaca sebagai penikmat karya sastra.   

Dalam teori ini, pembaca bebas memberikan makna apapun terhadap karya yang dibacanya: baik dari segi politik, agama, dan pendidikan. Melalui pendekatan ini, pembaca diharapkan dapat mengambil pelajaran dari karya sastra tersebut.

 

C.      Teori Objektif dan Pragmatik sebagai Sistem Tanda Sastra

1.      Peran Teori Objektif sebagai Sistem Tanda dalam Sastra

Sebagai teori yang berperan dalam pengkajian sastra, teori objektif berfokus pada tanda-tanda yang terdapat pada unsur intrinsiknya. Teori objektif seringkali digunakan pada kajian karya sastra puisi. Hal ini disebabkan karena puisi memiliki tanda-tanda yang dapat dimaknai, seperti diksi, majas, irama, dan nada yang menyertainya.

Berikut adalah analisis teori objektif sebagai sistem tanda dalam puisi Akulah si Telaga karya Sapardi Djoko Damono.

Akulah si Telaga

Akulah si telaga: berlayarlah di atasnya;
berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil yang menggerakkan bunga-bunga padma;
berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya;
sesampai di seberang sana, tinggalkan begitu saja

—perahumu biar aku yang menjaganya.

1982

           Dilihat dari judul, ‘telaga’ bukanlah makna sebenarnya, yaitu danau yang kecil. ‘Telaga’ di sini diartikan sebagai sesuatu yang menjadi sumber penghidupan orang lain. atau bisa diartikan sebagai wadah yang siap menampung segala luapan perasaan. Jadi, tema dari puisi tersebut ialah pengorbanan/sumber penghidupan.

           Tipografi pada puisi di atas ialah rata tengah dengan huruf kapital di bait pertama. Setelahnya, diikuti dengan huruf kecil di awal bait dan menggunakan tanda ‘—‘ untuk memisahkan dari kalimat sebelumnya sekaligus memberikan jeda penekanan.

           Gaya bahasa yang terdapat pada puisi di atas ialah personifikasi, ditemukan pada bait berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya. Bait tersebut menjelaskan seolah-olah cahaya seperti makhluk hidup yang memiliki aroma. Gaya bahasa lain yang juga ditemukan adalah repetisi, yaitu pengulangan kata. Hal ini ditemukan pada kata berlayarlah, seolah memberikan penegasan bahwa ia selalu siap untuk menjadi wadah sesorang itu untuk tumbuh.

2.      Peran Teori Pragmatik sebagai Sistem Tanda dalam Sastra

Teori ini berfokus pada peran pembaca dalam memahami suatu karya sastra. Melalui pragmatik, tanda-tanda dalam karya sastra memiliki pandangan yang berbeda-beda.

Berikut adalah analisis teori pragmatik sebagai sistem tanda dalam novel Lelaki Harimau karya Eka Kurniawan.

a.       Dari cover buku dengan wajah seseorang yang dipadukan dengan harimau, tentu akan memuncul maksud lain dari para pembaca. Ada yang mengatakan bahwa gambar tersebut murni harimau, ada pula yang mengatakan bahwa itu adalah lelaki yang dirasuki harimau.

b.      Judul Lelaki Harimau tentu saja menghadirkan makna berbeda dari para pembaca. Harimau di sini seolah-olah memberikan pemikiran apakah lelaki ini dirasuki harimau? Ada juga yang mengatakan, lelaki ini memiliki hewan peliaraan harimau.

c.       Pembaca juga beranggapan bahwa novel ini memiliki nilai religius-magis, yaitu keagamaan, juga bagian-bagian yang mengandung kekuatan sakti.


BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Sebagai teori yang berperan untuk sistem tanda dalam sastra, objektif dan pragmatik sama-sama memiliki pendekatan dengan pandangan yang berbeda. Dari bentuk analisisnya, teori objektif fokus kepada tanda-tanda yang terdapat pada unsur intrinsik karya sastra. Dengan pendekatan objektif, karya sastra dipandang sebagai sesuatu yang mandiri dan tidak terikit oleh unsur diluarnya (ekstrinsik).

Sedangkan, dalam teori pragmatik, analisis yang dilakukan terfokus pada peran pembaca dalam memahami karya sastra. Melalui teori ini, penulis berusaha menyampaikan tanda-tanda yang akan ditangkap pembaca melalui presepsi yang berbeda-beda. Dengan begitu, teori ini mengaitkan erat antara pembaca dengan karya sastra.

Kedua teori tersebut sama pentingnya dalam mengkaji sistem tanda dalam karya sastra. Dengan bahan kajian, sasara, dan tujuan yang berbeda, teori-teori ini saling melengkapi analisis sistem tanda Semiotika.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Asriningsari, Ambasari dan Nazia Maharani Umaya. (2019). Semiotika: Teori dan Aplikasi pada Karya Sastra. Semarang:  IKIP PGRI Semarang Press.

Angraini, Debie dan Indra Permana. (2019). Analisis Novel  “Lafal Cinta” Karya Kurniawan Al-Isyhad Menggunakan Pendekatan Pragmatik. Diakses pada 25 Oktober dari https://journal.ikipsiliwangi.ac.id/index.php/parole/article/view/3002 .

Sunestri, Wanda Ivo. (2020). Analisis Pendekatan Objektif dan Nilai Moral Novel Perempuan Bersampur Merah karya Intan Andaru. UMSU Repository. Diakses pada 25 Oktober dari http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/14702 .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Embung Kladuan UII 2: Wisata yang menenangkan