Surat Darimu

 


Aku berdarah lagi

Dari surat yang diterpa angin

Mengetuk-ngetuk pintu

Menelisik di jendela kamar

Dan merebah di atas kasur

 

Tercium sedikit baumu

Entah dari feromon

atau parfum yang kau semprot

atau dari bekas,

yang tertinggal dalam tengkuk leherku.

 

Kian hari kian meradang

Bakal diputusnya benang merah. Dari jari

yang pernah menutup

atap-atap rumah. Juga

lubang-lubang kesepian,

yang akan kembali kita telan.

 

 

 

Yogyakarta, 09/08/22

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Embung Kladuan UII 2: Wisata yang menenangkan