Sisa
Terakhir kali yang diingat kain putih
Terkubur jiwa-jiwa dari pemilik
Menyisakan asam, garam, gula
Bumbu yang dimasak belum lama
(Aku si paling berkuasa
Api yang diairi semakin membara
Tangisan di bawah sana
Harmoni sebuah suka cita)
Ia merambat pada tanah merah basah
Mengais dengan harap
Barangkali Tuhan iba, menarik
Mengangkat ke buntala
Tangisan semakin keras
Ia dengarkan dalam gelap dan sepi
Tangannya begerak terjulur, menyesali
“Mana lagi yang akan kau jadikan harmoni?”
Yogyakarta, 03/2022

Komentar
Posting Komentar