Perilisan Musik Video Pilu Membiru Kunto Aji Bertajuk Experience







    Pada 13 November 2019, Kunto Aji merilis MV salah satu lagunya dalam album Mantra Mantra yang berjudul “Pilu Membiru”. Tidak seperti perilisan MV pada umumnya, Kunto Aji menghadirkan musik video dengan konsep experience. Dengan konsep ini, Kunto Aji menghadirkan tiga pendengar  setia lagunya yang mengaku bahwa album Mantra Mantra miliknya dianggap sebagai penyembuh atas luka-luka yang pernah terjadi dalam hidup.

    Pada detik awal, dimulai dari suara seorang psikolog, bernama Adjie Santosoputro yang menanyakan tentang kehidupan kepada pendengar album Mantra Mantra. Pada intro ini, saya melihat bahwa video ini akan memperkuat isu kesehatan mental yang akan diangkat. Video tersebut juga menampilkan bagaimana pertemuan mereka yang bertujuan untuk konsultasi mengenai masa sulit yang pernah dialami.

    Pendengar pertama bernama Sasha yang bercerita bahwa dia selalu merasa tidak layak untuk hidup dan merasa tidak ada orang yang menyayanginya. Dari apa yang disampaikannya, ia tidak pernah percaya tentang kata-kata orang yang menyayangi dan menyakitinya, terlihat bahwa ia memiliki permasalahan kepercayaan pada orang di sekitarnya. Pendengar kedua, bernama Rama yang bercerita bahwa ia pernah kehilangan seseorang karena tsunami. Dari apa yang diceritakannya, ia terlihat masih dihantui bayang-bayang oleh almarhumah sehingga lagu Pilu Membiru dalam album Mantra Mantra sangat mengingatkannya. Pendengar terkahir, bernama Dede yang mengalami masa sulit karena tidak dapat mendapatkan kasih sayang dari sang mama sejak masih kecil, ia berharap bahwa mama dapat hadir dalam mimpinya walau hanya sebentar.

    Dari apa yang disampaikan para pendengar Pilu Membiru dalam album Mantra Mantra tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwasannya lagu Pilu Membiru begitu memberikan makna mendalam bagi para pendengarnya. Lirik lagunya yang memang menceritakan tentang keikhlasan dan menerima begitu mengiris dan membuat seseorang mengingat tentang orang-orang yang pernah hadir dalam hidupnya.

    Menuju menit pertangahan, para narasumber diberikan kain untuk menutup matanya, tidak lama kemudian terdengar suara Kunto Aji yang menyanyikan Pilu Membiru. Ini adalah sebuah kejutan hangat yang langsung membuat narasumber menitikan air mata ketika Kunto Aji mulai menyanyikannya. Pada saat ini, saya turut merasakan bahwa Kunto Aji ingin memberikan kekuatan kepada para pendengar setianya untuk selalu ikhlas dan menerima. Suara Kunto Aji terdengar bergetar ketika mengulang ke lirik awal. Saya, sebagai pendengar yang menyaksikan dari YouTube turut tersentuh dan menitikan air mata karena lagu ini begitu magis mengingatkan orang-orang yang pernah hadir dalam hidup saya.

    Di menit ke 4:40, suara Najwa Shihab terdengar sebagai pengisi di sela-sela alunan lagu, disambut oleh narasi dari Nadin Amizah dan Iqbal yang mewakili perasaan para narasumber. Alunan petikan gitar yang mengiringi begitu menggambarkan bagaimana kesedihan yang dirasakan oleh para narasumber. Puncaknya, di bagian Reff  lirik lagu dinyanyikan secara berulang-ulang yang memberikan kesan penyesalan, kesedihan begitu mendalam.

    Di penghujung video, pada menit 6:53, narasumber ditampilkan screen yang menampilkan momen-momen mereka dengan orang-orang tersayang. Setelah itu, musik mulai mengalun lambat dan lagu telah berakhir dinyanyikan. Akhir experience ditutup dengan Kunto Aji yang langsung memeluk para narasumber dan menguatkan satu sama lain. Di akhir video juga terlihat bagaimana salah satu pendengar mengucapkan terima kasih atas album Mantra Mantra Kunto Aji.

    Konsep experience yang diusung Kunto Aji dalam perilisan lagu Pilu Membiru dalam Album Mantra Mantra tidak semata-mata hanya untuk hiburan. Sebagai pendengar, saya merasakan bahwa Kunto Aji berusaha untuk meraih para pendengar untuk turut berbagi masa-masa sulit yang pernah mereka alami. Lagu ini diharapkan dapat menjadi obat untuk mereka yang merindukan momen bersama orang-orang tersayang. Sebagai pendengar pula, saya begitu takjub dengan Kunto Aji yang sangat luar biasa dalam menggarap album ini, hingga menghadirkan psikolog dan mengusung isu kesehatan mental yang pada saat itu masih dianggap sebagai hal tabu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Embung Kladuan UII 2: Wisata yang menenangkan