Mengenal Hujan Es: Hujan yang Tidak Biasa

 



Mendengar istilah Hujan Es, tentu bukan hal asing bagi sebagian orang. Hail atau yang biasa disebut dengan hujan es merupakan fenomena alam yang berpresipitasi dari pengembunan atau kondensasi melewati atmosfer level beku. Karena melewati atmosfer level beku, hujan yang semestinya berupa air berubah bentuk menjadi gumpalan es. Bentuk gumpalan tersebut bermacam-macam, ada yang besar atau berlapis-lapis seperti bunga kol, berbentuk bulat kecil, dan ada yang berbentuk lonjong kecil. Semua bentuk tergantung dari proses yang dialami sebelum menjadi hujan es.  

Turunnya hujan es sering disertai dengan angin kencang, kilat, dan petir sehingga memicu timbulnya badai es. Maka dari itu, tidak jarang dikabarkan bahwa hujan es menyebabkan kerusakan pada kendaraan, rumah, dan kandang hewan milik masyarakat. Meskipun tidak terjadi di seluruh daerah, dengan durasi yang umum tidak lebih dari sepuluh menit, tidak bisa dipungkiri bahwa hujan es beberapa kali memberikan kerugian bagi sebagian orang.

Hujan es terbentuk oleh keberadaan awan Cumulonimbus. Pada awan Cumulonimbus, terdapat tiga partikel yang menyertainya, yaitu butir air, butir air super dingin, dan partikel es. Partikel ini memproses masing-masing uap air yang akan menjadikannya sebagai hujan. Oleh sebab itu, pembentukan partikel es pada hujan es juga disebabkan oleh awan Cumulonimbus.

Dalam proses pembentukan partikel es pada awan Cumulonimbus, terdapat fenomena bernama strong updraft dan downdraft. Pada fenomena strong updraft, proses ini dimulai saat massa udara naik (updraft) membawa uap air naik hingga mencapai ketinggian dalam suhu tinggi sehingga uap air berubah wujud menjadi partikel es. Saat partikel es sudah terlalu besar karena ada proses updraft bercampur dengan downdraft, massa udara tidak akan mampu lagi menampung uap air yang sudah berganti menjadi butiran es. Saat inilah, butiran es tersebut turun menjadi hail atau hujan es.

Selain proses updraft dan downdraft, terdapat lapisan lain yang menyebabkan terbentuknya partikel es. Lapisan ini bernama lower freezing level. Sesuai dengan namanya, lapisan ini memiliki tingkat pembentukan yang lebih rendah.  Karena memiliki kecenderungan turun lebih rendah dari ketinggian normalnya, hujan yang jatuh tidak sepenuhnya membentuk butiran air dengan sempurna.

Fenomena hujan es tidak terjadi secara berulang kali dalam satu waktu. Maka dari itu, jangan khawatir dengan fenomena tersebut. Apabila kita sedang berada di luar rumah atau ruangan, segera mencari tempat berteduh yang aman agar terhindar dari serangan hujan es. Apabila kita sedang berada di rumah, pastikan ventilasi rumah tertutup. Penting bagi kita untuk mempelajari ciri-ciri dari hujan es agar bisa mempersiapkan diri jika suatu saat terjadi hujan es di lingkungan kita.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Embung Kladuan UII 2: Wisata yang menenangkan