Kehilangan Ide Saat Menulis, Harus Bagaimana?

 


    Pada saat ini, dunia tulis menulis semakin banyak digemari oleh banyak kalangan. Beberapa diantaranya menggunakan tulisan sebagai cara untuk mengisi kekosongan waktu. Meskipun saat ini era pandemi masih menghambat segala aktifitas, hal tersebut tidak membatasi penulis lama maupun pemula untuk menghasilkan karya-karya terbaik meraka. Bahkan, pada saat ini semakin banyak author-author baru dalam dunia kepenulisan yang memulai tulisannya melalui platform sosial media. Bagi para penulis lama pun semakin gencar mengirimkan karya-karya terbaik mereka kepada penerbit untuk diterbitkan.

    Menulis merupakan kegiatan yang terbilang cukup mudah. Apa yang kita tulis dalam sebuah kertas atau buku sudah dapat dikatakan sebagai tulisan. Akan tetapi, tentu saja menulis yang dimaksud dalam pembahasaan saat ini lebih merujuk pada kegiatan membuat karya sastra seperti cerita pendek atau novel. Berbicara mengenai cerpen dan novel, sebenarnya semua orang memiliki kesempatan dalam membuat karya tersebut. Akan tetapi, banyak orang mengalami hambatan-hambatan saat pra menulis maupun saat menulis, salah satunya yaitu kehilangan ide pada saat menulis. 

    Bukan hal langka bagi seseorang yang baru memasuki dunia kepenulisan mengalami writer’s block. Bahkan, orang yang sudah memasuki dunia kepenulisan dan sudah menerbitkan karya pun pernah mengalami masa sulit tersebut. Biasanya, orang yang mengalami writer’s block memiliki beberapa ciri, seperti tiba-tiba merasa tulisannya tidak layak, kesulitan untuk berkonsentrasi, merasa lelah dan stres, dan tidak memiliki inspirasi. Apabila anda mengalami beberapa gejala tersebut dan berdampak pada aktifitas menulis, alangkah lebih baik untuk mencari cara agar bisa keluar dari zona wiriter’s block agar tidak mengakibatkan stres berkepanjangan.

    Dalam mengatasi zona kehilangan ide saat menulis, ada beberapa tips yang dapat anda lakukan. Pertama, cobalah untuk mengambil waktu istirahat. Waktu istirahat yang anda miliki dapat anda manfaatkan untuk berolahraga, bermain bersama teman, dan mengunjungi tempat-tempat yang dapat menyegarkan pikiran. Hal terpenting, carilah kegiatan yang dapat berdampak baik pada kesehatan fisik dan psikis.

    Kedua, cobalah untuk membaca buku. Terkadang, anda yang fokus menulis justru memiliki sedikit waktu untuk membaca buku. Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk memikirkan ide dalam tulisan dan membaca ulang tulisan yang ditulis sehingga bisa menyebabkan rasa bosan dan stuck pada pekerjaannya. Oleh karena itu, sempatkan untuk membaca buku yang memiliki alur dan konflik ringan. Selain berguna untuk menyegarkan pikiran, anda juga bisa menemukan inspirasi baru dari buku yang anda baca.

    Ketiga, lakukan free writing. Kegiatan ini memang melibatkan kegiatan tulis-menulis. Hanya saja, anda bebas menuangkan apapun yang anda pikirkan ke dalam sebuah tulisan. Tidak perlu mementingkan struktur dan kaidah yang berlaku dalam kepenulisan karena kegiatan ini bertujuan untuk membantu mengurangi beban yang ada dalam pikiran anda.

    Keempat, Menulis karya jenis lain. Apabila writer’s block dialami anda saat mengerjakan karya novel, anda bisa mencoba menulis karya yang lain. Tidak jarang ditemukan orang yang memiliki ide lain ketika sedang mengalami writer’s block pada tulisan yang sedang dikerjakan. Hal ini dapat anda manfaatkan untuk memilih genre baru dalam menulis dan menuangkan ide-ide anda di sana. Biasanya, rasa senang yang timbul akibat menulis sebuah karya baru dapat memberikan energi positif untuk kegiatan-kegiatan yang lain.

    Kelima, mencari inspirasi. Anda tidak bisa terus-terusan mengandalkan otak untuk bekerja keras memikirkan ide tulisan anda. Oleh karena itu, carilah inspirasi lain yang sekiranya tidak jauh dari topik yang anda tulis. Misalnya, anda sedang menulis novel dengan genre romance, anda dapat menonton film dengan genre tersebut. Contoh lain, anda dapat mengunjungi museum apabila karya yang anda tulis berhubungan dengan dunia sejarah. Selanjutnya, anda bisa mencari referensi melalui internet mengenai konsep dari tema yang anda pilih. Tentu saja, semua cara tersebut dilakukan murni untuk meningkatkan kapasitas pikiran anda agar lebih luas.

    Keenam, coba kebiasaan menulis yang baru. Biasanya, orang-orang memiliki kebiasaan yang dilakukan pada saat menulis seperti sambil mendengarkan instrumen ringan dan kebiasaan menulis hanya pada waktu tertentu. Apabila anda tiba-tiba merasa kehilangan ide saat melakukan aktifitas tersebut, sudah waktunya bagi anda untuk mengubah kebiasaan menulis. Apabila anda merasa sering menulis di dalam rumah, anda bisa mencari tempat lain dengan suasana yang mendukung seperti kafe atau tempat terbuka seperti taman. Akan tetapi, saran ini tidak dianjurkan bagi anda yang terbiasa menulis di tempat sepi dan tenang.

    Terakhir, merenungkan alasan menulis. Ketika anda memutuskan masuk dalam dunia kepenulisan, tentu saja ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya. Beberapa orang yang memutuskan menulis bisa disebabkan karena memiliki rasa semangat untuk menerbitkan sebuah karya, ingin memiliki hobi baru, dan bagi beberapa orang menulis merupakan kegiatan untuk menghilangkan stres. Apabila anda mengalami writer’s block yang pada awalnya anda memiliki motivasi kuat untuk menulis, sudah waktunya bagi anda untuk merenungkan mengapa anda bisa sampai pada tahap saat ini. Jangan lupa berikan semangat kepada diri sendiri seperti ayo kamu bisa melakukannya lagi! Kamu harus selalu ingat motivasi awal ingin menulis.

    Pada intinya, setiap orang memiliki tips sendiri dalam mengatasi writer’s block, mengingat hanya diri sendiri yang paling bisa mengerti apa yang kita ingin lakukan. Tips yang saya berikan di atas bisa anda terapkan sesuai dengan apa yang anda inginkan. Jangan khawatir, semua orang pasti pernah mengalami masa sulit pada saat menulis, yang terpenting adalah apakah kita mau dan mampu untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Embung Kladuan UII 2: Wisata yang menenangkan