Ra'il
sumber: pixabay
Kadang-kadang
Aku ingin memegang
pipimu
Yang seperempat
wajahnya
Ditiup dari bulan
yang penuh
Pernah suatu
hari
Aku menyentuh
punggungmu
Tapi bajumu
malah robek
Menyilang dari
punggung atas ke bawah
Pernah pula
suatu hari
Kukunci kau
dalam kelambu putih
Beraroma mawar
dengan bumbu erotis
Bukan. Bukan
semata sensualitas
Pun ketika kau
berjalan
Aroma tubuhku
kau bawa hingga ke pasar-pasar
“Tubuhmu itu
haus bernafsu!”
Mungkin begitu
kata orang-orang
Mendengar deru
napasku,
membangunkan
nafsu. Mencekik leher
juga
tulang-tulang
Memang ada yang
lebih arif?
Dibanding
menghantarkan kasih penuh gairah
Pada
kasur-kasur. Juga mimpi-mimpi
Daripada
merebah dan berpeluk dada
Atau dengan
kecupan di tengkuk manja
Yogyakarta,
09/08/2022

Komentar
Posting Komentar