CInta dan Benci bagi Chairil Anwar

 

sumber: pinterest


Cinta dan Benci

Chairil Anwar

Aku tidak pernah mengerti
Banyak orang menghembuskan cinta dan benci
Dalam satu napas

 

Tapi sekarang aku tahu
Bahwa cinta dan benci adalah saudara
Yang membodohi kita, memisahkan kita

 

Sekarang aku tahu bahwa
Cinta harus siap merasakan sakit
Cinta harus siap untuk kehilangan


Cinta harus siap untuk terluka
Cinta harus siap untuk membenci

Karena itu hanya cinta yang sungguh-sungguh mengizinkan kita


Untuk mengatur semua emosi dalam perasaan

Setiap emosi jatuh… Keluarlah cinta

Sekarang aku mengetahui implikasi dari cinta


Cinta tidak berasal dari hati
Tapi cinta berasal dari jiwa
Dari zat dasar manusia

 

Ya, aku senang telah mencintai
Karena dengan melakukan itu aku merasa hidup
Dan tidak ada orang yang dapat merebutnya dariku

 

Chairil Anwar adalah seorang penyair yang lahir di Medan, Sumatera Utara, 26 Juli 1992. karya-karyanya yang dapat dikatakan banyak, membuat penyair ini sangat terkemuka di Indonesia. Salah satu puisi beliau adalah Cinta dan Benci. Saya menyukai puisi ini ketika pertama kali membacanya, selain karena penggunaan bahasa yang ringan sehingga mudah dimengerti, puisi ini juga sangat sesuai dengan keadaan romansa cinta remaja.

Puisi ini memberi penegasan bahwa cinta dan benci adalah dua hal yang tipis. Benci dan cinta saling beriringan. Hal ini dibuktikan pada kalimat Bahwa cinta dan benci adalah saudara yang membodohi kita, memisahkan kita. Risiko seseorang yang mencintai adalah menerima kenyataan sakit hati. Ketika seseorang sakit hati, benci adalah bagian yang akan mengiringi. Dalam puisi ini, Chairil Anwar menorehkan bahwa cinta adalah perihal kehilangan. Cinta tidak hadir semata-mata sebagi hal yang membahagiakan, namun kenyataan terluka juga harus diterima bagi siapa yang jatuh cinta.

Puisi ini begitu sederhana namun menurut saya sangat tepat jika digambarkan dengan situasi yang nyata. Setelah membaca puisi ini, saya semakin sadar bahwa titik tertinggi mencintai bukan hanya memiliki, namun konsekuensi terluka dan kehilangan sewaktu-waktu akan mendefinisikan cinta adalah kebencian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Embung Kladuan UII 2: Wisata yang menenangkan