Bukan Mahasiswa Saya (Sebuah Karya yang Dapat Mengubah Pandangan Hidup)

 

sumber: pixabay

Ketika artikel ini ditulis, saya tengah termenung di balik jendela kamar saya dengan hujan di malam pergantian September menuju Oktober. Tidak banyak yang saya pikirkan, saya hanya merenung bagaimana bisa ketertarikan membaca sastra saya baru muncul akhir-akhir ini. Selama ini hari-hari saya hanya di temani oleh novel dan cerpen romansa remaja yang selalu membuat orang-orang sekitar bertanya kepada saya, “Apa untungnya membaca cerita-cerita seperti itu?” dulu saya hanya bisa menjawab, “hiburan.” Namun sekarang, saya sudah memiliki jawaban lain.

Setelah membaca karya Budi Darma yang berjudul Bukan Mahasiswa Saya, bagaimana bisa dengan magisnya cerpen 5 halaman itu mampu menggerakkan hati saya dan mengubah cara pandang saya terhadap sesuatu hal? Nah, ini adalah salah satu keuntungan yang saya dapatkan ketika cerpen tersebut sudah saya baca untuk kedua kalinya. Sebagai seseorang yang hobi membaca, saya takjub bagaimana pak Budi Darma mampu menghadirkan kisah nyata inspiratif untuk ja masukkan dalam karya fiksi-nya, yang secara tidak langsung untuk orang awam seperti saya menjadi tau bahwa ada tokoh inspiratif bernama Maryam Mirzhakani.

Malam semakin larut, bukannya memejamkan mata, pikiran saya justru tidak lepas dari Maryam Mirzhakani. Cerpen tersebut sukses membuat saya selalu merasa penasaran dan ingin lebih tahu versi lengkap dari tokoh-tokoh yang dihadirkan. Bermodalkan Google, saya langsung mencari tahu siapa itu Maryam Mirzakhani dan tokoh-tokoh inspiratif lainnya yang tidak sengaja hadir di laman website. Setelah saya menemukan apa yang saya cari, otak saya langsung penuh dengan rasa keingintahuan yang besar dan gairah hidup saya lebih meningkat. Hal ini tidak pernah saya rasakan ketika saya selesai membaca novel-novel romansa.

Itu hanyalah sedikit dari manfaat yang saya dapatkan. Karena pada kenyataannya, saya tidak bisa berhenti untuk berimajinasi dan berpikir kritis terhadap lingkungan di sekitar saya. Saya bisa mengetahui bagaimana alasan seseorang bisa berbuat sesuatu yang baik atau jahat hanya karena dengan membaca sastra. Se-berpengaruh itu dalam mengubah pandangan saya mengenai hidup.

Hal lain yang bisa saya dapatkan adalah saya menjadi tertarik untuk menulis. Entah menulis apapun, yang penting menulis. Kenapa bisa seperti itu? Karena saya merasa kejadian-kejadian dalam lingkungan sekitar bisa menjadi ide saya untuk saya tuangkan ke dalam bentuk tulisan, seperti fenomena alam, isu sosial, dan masih banyak hal lain yang bisa dijadikan bahan. Saya menjadi tertarik untuk menghasilkan suatu karya meski sampai sekarang bingung harus mulai darimana. Haha.

Yang terpenting untuk sekarang, ketika membaca sastra, cobalah untuk memahami bumbu-bumbu yang disertakan didalamnya tanpa mengesampingkan alur dan cerita-nya. Karena dengan memahami, bukan hanya hiburan semata yang kita dapatkan, tetapi kita bisa mengetahui bahwa penulis selalu menyampaikan hal-hal yang mungkin kita tidak sadari kebenaran keberadaannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Embung Kladuan UII 2: Wisata yang menenangkan