(Bukan) Keabadian

 

sumber: pinterest


Sebab racun akan luruh bersama asmaraku yang membara liar.”

Tidur Julia dua hari lalu dikira mati membeku.

Kesengsaraan menggerayang dari kaki yang berpeluk tubuh

dingin Roma. Rambut Julia, mengurai pada wajah beraroma kesetiaan

sebab itu ia biarkan tidurnya berumur panjang.

 

“Roma dan Julia telah tiada; cinta mereka abadi di tangan dewa!”

 

Esoknya mereka ditempatkan di runi. Penuh dengan bunga-bunga

dan lambang-lambang kesetiaan—kesatuan—keabadian.

Ratu yang marah lalu berdiam diri di singgasana.

 

“Cintakulah yang paling abadi. Mengapa kau mencintai pemuda yang membuatmu mangkat? Mengapa, cinta? mengapa cinta memutus kasih ibu pada anaknya?”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Embung Kladuan UII 2: Wisata yang menenangkan