Pada Sudut Pandang Lain
sumber: pixabay
Ada
yang terjaga sepanjang malam
Berdiri
lagi memirsa
Berasal
dari tubuh-tubuh
yang
telah diadili. Yang mangkat
dari
murka bengis.
Mereka
merajuk.
Juga
marah pada sesama
Mengapa
pula masih ada
tangisan-tangisan.
Juga ronta
yang
bertunak, tidak bermusim.
Mereka
kini mencari
Pada
gedung-gedung tinggi
Dengan
dinding-dinding palsu
Beraroma
caruk. Dan sarat akan tipu daya
Di
sanalah terletak kebebasan lain
—Yang bukan merdeka.
Sedang
dalam
keramaian lain
ada
yang terus menelan keharaman. Memakan nurani
terus
melabeli diri dengan suci
ucapannya
panas lagi lugas,
—kita sudah merdeka.
Sedang
dalam
kesunyian lain
ia
rebahkan diri pada pangkuan ibu
nyalinya
redup sebab jiwanya mati.
Sehingga
Ia
letakkan hidupnya
Pada
kebahagiaan kecil dan sederhana
—Kapan kita merdeka?

Komentar
Posting Komentar