Si Tikus, Kancil, dan Harimau
Awal cerita, suatu hari di tengah hutan terlihat seekor tikus yang sedang asyik bermain. Ia berkeliling-keliling dan bernyanyi dengan sangat riang. Akan tetapi, si tikus tidak sadar kalau iya bermain sudah sangat lalu jauh dari rumah.
Setelah sangat jauh dari rumahnya, si
tikus pun menyadari bahwa dia bermain sudah sangat jauh. Si tikus memutuskan untuk
kembali pulang kerumahnya. akan tetapi, karena si tikus terlalu jauh masuk ke
dalam hutan akhirnya ia pun tersesat..
Namun, saat si Tikus dalam kebingungan mencari
jalan untuk pulang kembali ke rumahnya, dia malah tersasar sampai ke sebuah
sarang Harimau. Ia pun melihat harimau jantan itu sedang tertidur lelap. Karena
kepanikan-nya melihat harimau yang sedang tidur, dia pun berlari dan tidak
sadar telah menginjak kaki si harimau.
Si harimau terbangun dari tidurnya
dan terlihat sangat marah karena istirahatnya terganggu. Tanpa berlama-lama,
ditangkaplah si tikus oleh harimau itu, lalu dicengkeram-nya si tikus dengan
kuku-kukunya yang sangat tajam.
Si tikus pun berusaha sekuat tenaga untuk bisa
lepas dari cengkraman kuku kuku harimau itu sambil berteriak-teriak,
"Lepaskan aku tuan Harimau!
lepaskanlah aku! Aku sungguh tidak sengaja telah mengganggu istirahat mu.
Tolong tuan Harimau lepaskan aku."
"Aku
tidak akan Melepaskanmu, kau sudah ganggu aku sedang beristirahat. Kau tahu kan
sifatku? Aku sangat marah jika ada binatang lain mengganggu istirahat ku."
jawab si Harimau dengan kemarahan yang menumpuk.
Tidak jauh dari tempat itu, ada si kancil yang
sedang minum di tepian sebuah sungai. Kancil pun mendengar suara teriakan si
tikus, lalu ia pun mencari sumber suara itu. Setibanya, si kancil terkejut
melihat seekor tikus dalam cengkraman Harimau dan sedang memohon minta
dilepaskan. Sebenarnya si kancil merasa sangat takut melihat si harimau yang
besar dan kuat itu, akan tetapi dia sangat kasihan melihat nasib si tikus.
Dan pada akhirnya, si kancil memberanikan diri
untuk mendekati dan menghampiri mereka. Terlihat raut muka si tikus sangat
senang melihat kancil datang. Tikus sangat berharap bahwa Kancil dapat
menolongnya. Berpura-pura tidak tahu si kancil pun menyapa kepada Harimau dan
tikus.
"Hey,
kalian berdua sedang apa? Sepertinya asik sekali kalian bermain. Bolehkah aku
ikut?" tanya si Kancil.
"HAHAHA!
kancil, kau sangat berani datang ke sini. Sini kau kancil kebetulan perutku
sekarang sangat lapar." kata si harimau.
“HAHAHA Harimau..Harimau, kenapa aku harus takut
kepadamu? Kau tahu? Aku adalah Raja di dalam hutan ini! Mana mungkin aku takut
kepadamu Harimau? Aku bisa mengalahkan semua penghuni hutan ini." jawab Si
Kancil dengan gaya bijaknya yang khas itu.
"Apa benar yang kau katakan, kancil?"
tanya Harimau dengnan heran, tidak perlu waktu lama untuk Harimau dibuat penasaran.
"Hai Harimau, kau tidak percaya? Jika kau
tidak percaya kalau aku adalah raja di hutan ini, kau bisa tanyakan langsung
pada penasehat ku." tukas Si Kancil.
"HAHAHA... Penasehat?! di mana kancil aku
bisa menemui penasehat mu itu....?" tanya si harimau yang makin mulai
penasaran.
"Hey
Harimau! kau pura-pura tidak tahu? Itu sekarang yang kau cengkram adalah
penasehat yang paling aku percaya. Di sini di dalam hutan ini ia adalah penasehat
yang sangat disegani. Jika kau melukai penasehat ku dan sampai terjadi apa-apa
dengan nya, aku benar-benar tidak akan memaafkanmu Harimau." jawab Si
Kancil sambil berlaga dengan tegas.
Si harimau pun mulai terpengaruh dengan ucapan
ucapan Si Kancil, penghuni baru yang belum lama tinggal di dalam hutan itu.
Jadi memang benar-benar tidak tahu tentang semua hal di dalam hutan ini
termasuk siapa raja di dalam hutan ini.
"Hei kau tikus! benarkah apa yang dikatakan
kancil? Bahwa dia adalah seorang raja di dalam hutan ini?" tanya harimau
kepada si tikus.
Akhirnya, si tikus menyadari bahwa Si Kancil
telah berbohong untuk menolongnya dan si tikus pun mengikuti drama yang sedang
dimainkan oleh si kancil agar dia bisa selamat dari terkaman Harimau.
"Iya benar sekali, kancil memang adalah
raja di dalam hutan ini, dan aku adalah penasehatnya. Di hutan ini kancil
sangat ditakuti dan disegani oleh semua binatang di dalam hutan ini. Jika kau
tidak percaya kau bisa tanya langsung kepada binatang-binatang di dalam hutan
ini." jawab si tikus.
Harimau pun mulai merasa takut mendengar jawaban
dari si tikus, akan tetapi si harimau tidak menunjukkan rasa ketakutannya.
"HAHAHA... Tikus, Kancil... Aku tidak
percaya dengan omong kosong kalian. Coba kalian buktikan jika apa yang kalian
katakan itu memang benar?" tanya Harimau dengan angkuh karena dirinya
belum percaya.
"Kau
masih tidak percaya kepada ku Harimau? Kau perlu bukti? Baiklah Harimau,
beberapa hari yang lalu aku pernah mengalahkan Harimau besar sepertimu, aku
sangat marah karena Harimau itu sangat kurang ajar kepadaku dan aku masih
menyimpan kepalanya di dalam sumur di pinggir sungai untuk dijadikan peringatan
bagi hewan-hewan lain agar tidak bersikap kurang ajar kepadaku di dalam hutan
ini. Jika kau mau bukti, baiklah aku akan menunjukkannya kepadamu Harimau. Dan
kau tidak boleh menyesal!" kata si kancil sambil sedikit mengeluarkan
kata-kata ancamannya.
Mendengarkan kancil berbicara, harimau pun sudah
mulai merasa ketakutan, "Baiklah Kancil,
coba kau tunjukan dimana kau simpan kepala harimau malang itu. Akan tetapi
kancil, jika kau menipuku kau akan menjadi makan siangku!" kata Harimau
dengan kegeraman.
Mendengar gertakan si harimau si tikus pun
merasa ketakutan namun ya tahu akan kecerdikan Si Kancil. Tikus mempercayakan
kepada Kancil.
Akhirnya kancil membawa harimau itu ke tepi
sungai. Mereka menuju sumur di pinggir sungai dan sumur itu sangat gelap dan
dalam. Namun, karena pantulan cahaya matahari yang membuat air itu terlihat
bening.
"Kita
sudah sampai di tempat yang aku maksud harimau, sekarang kau bisa
membuktikannya sendiri. Kau coba lihat sendiri di dalam sumur itu. Aku menyimpan
kepala harimau malang itu di dalam sumur itu." kata Kancil.
Si harimau pun merasa sangat penasaran, tapi hatinya sangat takut. Ia pun
memberanikan diri untuk melihat ke dalam sumur itu. Ia hanya mengintip saja
karena sebenarnya hatinya sangat takut. Tetapi setelah ia membuka mata dan
melihat kepala harimau di dalam sumur itu benar-benar ada dia sangat terkejut.
Di dalam hatinya harimau itu berkata "ternyata,
apa yang dikatakan oleh si kancil memang benar." si harimau sangat
ketakutan, dia pun langsung melarikan diri berlari dengan cepat karena takut
nasibnya seperti harimau Malang.
Kancil dan si tikus pun tertawa puas melihat
harimau berlari ketakutan begitu cepat, mereka sudah berhasil mengelabui
Harimau yang sombong itu.
Sebenarnya, di dalam sumur itu tidak ada apapun
selain air yang sangat bening seperti kaca. Hanya saja karena Harimau bodoh,
harimau tidak menyadari bahwa kepala harimau yang ada di dalam sumur itu adalah
bayangannya.
Komentar
Posting Komentar